Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga minyak anjlok, pasar menunggu pembukaan kembali pemerintahan AS
Wednesday, 12 November 2025 18:00 WIB | OIL |brent oil

Harga minyak anjlok hampir 1% pada hari Rabu, terbebani oleh kelebihan pasokan di pasar, sementara ekspektasi bahwa berakhirnya penutupan pemerintahan AS terlama dapat meningkatkan permintaan minyak menahan kerugian.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 60 sen, atau 0,9%, menjadi $64,56 per barel pada pukul 10.07 GMT setelah naik 1,7% pada hari Selasa. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 62 sen, atau sekitar 1%, menjadi $60,42 per barel, setelah naik 1,5% pada sesi sebelumnya.

"Secara keseluruhan, baik WTI maupun Brent masih tertahan, dengan perdagangan spekulatif jangka pendek mendominasi sebagian besar aktivitas," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Para analis sebelumnya telah menyoroti bahwa kelebihan pasokan minyak mentah menahan kenaikan harga. Awal bulan ini, OPEC+ sepakat untuk menunda peningkatan produksinya pada kuartal pertama tahun depan, setelah membatalkan pemangkasan produksi sejak Agustus tahun ini.

Namun, pembukaan kembali pemerintahan AS dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan aktivitas ekonomi, sehingga mendorong permintaan minyak mentah, tulis analis pasar IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan.

Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik akan melakukan pemungutan suara pada hari Rabu nanti atas rancangan undang-undang, yang telah disetujui Senat, yang akan memulihkan pendanaan untuk lembaga-lembaga pemerintah hingga 30 Januari.

"Jadi, meskipun prospek permintaan jangka panjang tetap kuat, prospek jangka pendek masih menunjukkan pasokan yang melimpah sehingga membatasi potensi kenaikan," tambah Hansen dari Saxo Bank.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) dalam World Energy Outlook tahunannya pada hari Rabu memperkirakan bahwa permintaan minyak dan gas dapat terus tumbuh hingga tahun 2050.

Proyeksi ini menyimpang dari ekspektasi IEA sebelumnya bahwa permintaan minyak global akan mencapai puncaknya pada dekade ini, karena badan internasional tersebut beralih dari metode peramalan yang didasarkan pada janji iklim kembali ke metode yang hanya memperhitungkan kebijakan yang ada.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Informasi Energi AS (EIA) juga akan merilis prospek mereka pada hari Rabu.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS